asline cinta

August 2nd, 2008 by bledhoz

Di dalam hutan dia berpetualang
Menemukan sisa cintanya yang gundul
Dari pohon-pohon yang sudah gersang

Di dalam napasnya daun-daun yang enggan mekar
Di kelupasnya air kasih yang menetes lamban
Selamban gerakan matanya menatap sunyi

Di dalam lautan dia menyelami
Kedalaman cintanya yang telah tercemar
Karbondioksida, limbah pabrik, lumpur hitam
Dari kepekatan yang mengelam

Di dalamnya, udang-udang dan mahluk dasar lautan
Hanya dapat kelimbungan mereguk kematian
Karena ulah napsu tak mengenal cinta kasih

Hanya dia yang mampu bertahan hidupCristy_sma_4

Untuk sejuta tahun mendatang
Dalam petualangan dan penyelamannya
Sampai ke dasar ketulusan dan keikhlasan
Karena dia telah memahami cinta sebenarnya cinta

KUALITATIF (SKRIPSI)

August 2nd, 2008 by bledhoz

Penelitian yang
dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistic-kontekstual melalui
pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai
instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung
menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif
subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

Ciri-ciri
penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu,
laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif
dan mendalam serta menunjukkan cirri-ciri naturalistic yang penuh keotentikan.

Format Proposal
Penelitian Kualitatif

1.Konteks Penelitian
atau Latar Belakang

Bagian ini memuat uraian tentang latar belakang penelitian, untuk maksud
apa peelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang mengarahkan penelitian

 

2.Fokus Penelitian atau
Rumusan Masalah

Fokus penelitian memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau topik-topik
pokok yang akan diungkap/digali dalam penelitian ini. Apabila digunakan istilah
rumusan masalah, fokus penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan
dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya pertanyaan.
Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan
diungkapkan di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus didukung
oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan.

Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat
penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti
dekat sekali dengan gejala yang diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut
diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan.

 

3.Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam
penelitian ini, sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan.

4.Landasan Teori

Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai
dengan kenyataan di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk
memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan
hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam
penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian
kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada
penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam
penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada
sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

 

5.Kegunaan Penelitian

Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama
bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan
kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas
masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat
disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk
dilakukan.

 

6.Metode Penelitian

Bab ini memuat uraian tentang metode dan langkah-langkah penelitian
secara operasional yang menyangkut pendekatan penelitian, kehadiran peneliti,
lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data,
pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.

 

a.Pendekatan dan
Jenis Penelitian

Pada bagian II peneliti perlu menjelaskan bahwa
pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menyertakan
alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu juga
dikemukakan orientasi teoretik, yaitu landasan berfikir untuk memahami makna
suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan,
etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu
mengemukakan jenis penelitian yang digunakan apakah etnografis, studi kasus,
grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan,
atau penelitian kelas.

 

b.Kehadiran
Peneliti

Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti
bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia
dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas
peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan
untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus
dilukiskan secara eksplisit dalam laopran penelitian. Perlu dijelaskan apakah
peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat
penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui
statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan.

 

c.Lokasi
Penelitian

Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi
karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti
memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas, misalnya
letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur
organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan
pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan
topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal
yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika megutarakan alasan-alasan
seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerja di situ, atau
peneliti telah mengenal orang-orang kunci.

 

d.Sumber Data

Pada bagian ini dilaporkan jenis data, sumber data,
da teknik penjaringan data dengan keterangan yang memadai. Uraian tersebut
meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang
dijadikan subjek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subjek dan
informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya
dapat dijamin. Misalnya data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik
bola salju (snowball sampling).

Istilah pengambilan sampel dalam penelitian
kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam penelitian
kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi
sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). Pengambilan
sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan, dan waktu.

 

e.Prosedur
Pengumpulan Data

Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data
yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data: fidelitas da struktur.
Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan
(rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan
memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara
dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang
menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman
diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan
keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan
data.

 

f. Analisis Data

Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan
dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan
lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya.
Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis
data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa
yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama
dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis
taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti
dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau estetika. Dalam
uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang operasional,
misalnya matriks dan logika.

 

g.Pengecekan
Keabsahan Temuan

Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha
peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan
interpretasi yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan mengunakan
teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang
diperdalam, triangulasi(menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori),
pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan
pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya
ditransfer ke latar lain (transferrability), ketergantungan pada konteksnya
(dependability), dan dapat-tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya
(confirmability) .

 

h. Tahap-tahap
Penelitian

Bagian ini menguraikann proses pelaksanaan
penelitian mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian
sebenarnya, sampai pada penulisan laporan.

 

7. Daftar Rujukan

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan
dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan
tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan.
Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan
disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar
rujukan.

Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi:

1.  Nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama
tengah, tanpa gelar akademik,

2.  Tahun penerbitan

3.  Judul, termasuk subjudul

4.  Kota tempat penerbitan, dan

5.  Nama penerbit.

aku

August 1st, 2008 by bledhoz

iseng